Menapakan Kaki Di Rumput Sintetis Taman Wisata Alun-alun Masjid Raya Kota Bandung

alun-alun kota Bandung

Topiknugroho.com-  Tak salah jika alun-alun taman masjid raya Bandung sebagai tempat wisata bandung  yang dibangun berdasarkan tata kota yang menarik untuk dikunjungi. Jika kita membandingkan dengan alun-alun di tempat wisata lainnya, belum ada yang sebagus di kota Bandung. Lapangan luas didepan masjid yang menggunakan rumput sintesis adalah salah satu cerminan penataaan taman kota. Selain dengan tatanan kota yang bagus, bandung juga dikenal sebagai Bandung Smart City. Yang mana Kota Bandung memiliki sebuah layanan pemerintah yang memadai untuk semua keluhan yang ada di masyarakat, sehingga pemerintah daerah dapat memantau dan memperbaikinya.

Saya tahun 2015 berkesempatan mengunjungi kota Bandung meskipun hanya dua hari saja, Sebelum berkunjung ke Taman Alun-Alun Kota Bandung, saya berkesempatan mengunjungi Kampus IPDN di Jatinangor. Lokasinya ternyata jauh dari keramaian pusat kota Bandung, dari stasiun kiaracondong harus bertolak ke stasiun rancaekek selama satu setengah jam menggunakan kereta api listrik. Dari Stasiun Rancaekek bertolak kembali ke stasiun kota bandung. Nah, dari stasiun kota bandung itulah saya bersama teman jalan kaki ke arah taman alun-alun kota Bandung yang ramai ketika di Sore hari.

Tak jauh dari stasiun kota Bandung letak Taman Alun-Alun Kota Bandung, kami menyusuri jalan-jalan yang rami oleh kendaraan roda empat dan roda dua, semua jalan padat merayap nampak seperti jalan Malioboro. Bangunan yang menjulang tinggi disisi kiri dan kanan ruas jalan dipadati oleh kendaraan pribadi, kami yang sejak tadi jalan kaki merasa nyaman tanpa harus terjebak kemacetan lalu lintas. Sebaiknya anda hindari Jalan Asia Afrika tersebut jika kondisi waktu liburan.

Suasana ramai juga terlihat di Menara BRI Bandung, dan tempat-tempat sekitaran alun-alun Bandung, kami beranjak menuju alun-alun dan melihat sebuah terowongan yang didalamnya ada sebuah tulisan kata-kata "Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum" Ditulis oleh MAW Brouwer. Melihat di sebrang jalan nampak sebuah globe yang dibawahnya bertuliskan "let a new Asia anda New Africa be Born" yang ditulis oleh Sukarno dan lambang tulisan besar ASIA AFRIK disamping tulisan tersebutlah taman alun-alun kota Bandung, Untuk menuju ke taman tersebut anda harus menaiki beberapa anak tangga kecil.
Kami berdua menyaksikan keriuhan alun-alun Bandung di sore hari, mereka nampak bahagia bermain bersama keluarga ataun bersama teman kerabat. Ada yang bermain sepak bola, ada yang memegang handpone buat foto selfie dan ada juga yang bermain gelembung balon-balon udara yang ditiup menggunakan sabun.

Alun-alun kota Bandung ini berada tepat di depan Masjid Raya Kota Bandung, Sore itu kami melihat kegembiraan yang terpancar oleh anak-anak dan beberapa sanak keluarga berada di sana, beberapa orang tua juga hadir dan menikmati suasana sore hari dengan duduk santai melihat keceriaan anak-anak dan para remaja yang asik dengan  sebuah hape. Saya hanya duduk bersila melihat kegembiraan kaum anak dan para remaja. Napak tilas sejarah kebelakang bahwa taman ini pada dahulu kala digunakan sebagai tempat tahanan
hingga pada suatu ketika, taman tersebut digunakan untuk bermain sepak bola, namun akhirnya sekarang berubah menjadi taman bermain di waktu sore hari. berbeda dengan kota lain, tatanan taman yang bagus hanya digunakan sebagai tempat wisata yang berbayar. Seseorang dapat berada di taman wisata tersebut dengan membayar pajak retribusi, dan Itu berbeda dengan kota Bandung yang mengratiskan atau dengan kata lain tanpa ada biaya retirbusi masuk seperti tempat lain. Hal semacam itu juga saya temukan di tempat wisata di bali yang juga tidak dikenakan biaya retribusi ketika masuk ke tempat wisata.

Kami juga sempat berfikir sejenak dengan suasana yang sumringah diantara wajah-wajah ceria mereka, bagaimana jika ha ini diimplementasikan di kota jogja, apakah nantinya juga akan banyak orang yang berduyun-duyun ke alun-alun kota, melihat area rumput sintesis yang tertanam sekaligus dengan tempat parkir yang luas di bawa rerumputan atau ruangan basement. Namun, sayangnya pada dinding dinding atapnya masih ada air yang menetes sekalipun sudah tertutup rapat dan suasana gelap menyelimuti ruangan temat parkir basement.

menginjakkan kaki di rumput sentesis ini juga tidak disediakan tempat cucui kaki, sehingga rumput yang indah tersebut ada kalanya beraroma bau kaki yang kurang sedap dan hal itu perlu diperhatika kedepannya untuk menjaga keindahan alun-alun kota Bandung yang dipermak sedemikian rupa sehingga mereka dapat beriwisata keluarga. Tak lama waktu berselang, dan waktu sudah menunjukan azan magrib, kami bergegas pulang dengan jalan kaki menuju asrama yang telah kami tempati sebelumnya hingga akhirnya kami kebingungan karena belum tahu tata letak kota Bandung samai ke taman lalu lintas kota bandung, disitulah kami membeli sebuah nasi goreng di pinggiran taman yang berjualan berbagai makanan dan resep olahan. Disitulah kami berisitirahat sejenak, menunggu sirna pikiran bingung sampai akhirnya kami teringat jalan pulang. Menikmati suasan taman Alun-Aun tak henti-hentinya befikir tentang penataan kota yang sedimikan rupa, semoga dengan walikota Bandung sekarang, Bangung menjadi salah satu tempat yang nyaman untuk dikunjungi.

 

field_categories: