Pencegahan Virus Dengue Dengan Penyebaran Nyamuk Aedes Aegypti Ber-WolBachia

wolbachia

Topiknugroho.com - Nyamuk Aedes Aegypti Ber-WolBachia | Seiring dengan perkembangan zaman, banyak penelitian yang mencari tahu bagaimana menanggulangi masalah penyakit Demam Berdarah yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Dalam hal ini saya tertarik untuk mengikuti sebuah seminar yang diadakan oleh TIM UGM yang berkaitan dengan sebuah penelitian yang diberi nama Eleminate Dengue Program pertama kali diteliti di Negara Australia.

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang saat ini belum ditemukan cara mengatasinya, diharapkan untuk melakukan tindakan pertama dalam pencegahannya yang sudah disosialisasikan kepada masyarakat melalui sebuah iklan di televisi terutama dalam melakukan 3M yaitu: pertama dengan cara menguras bak mandi setiap seminggu sekali, kedua dengan menutup air yang ditimbun, baik dengan menggunakan gentong, ember dan lainnya dan terakhir dengan cara mengubur sampah-sampah yang dapat menimbulkan timbunan air sehingga nyamuk tidak dapat bersarang dan bertelur mengeluarkan jentik larva

menggunakan sebuah bakteri vaksin Wolbachia yang tidak berbahaya, bakteri ini berfungsi dalam melemahkan Virus Dengue yang ada dalam nyamuk Aedes Aegypti, dengan menyuntikkan dan mengolaborasikan pada nyamuk, sehingga nyamuk yang memiliki virus Dengue akan melemah dengan bakteri Wolbachia. Hal ini diharpkan akan menjadi sebuah solusi terhadap timbulnya penyakit demam berdarah yang ada di Indonesia.

Apa itu Wolbachia?

Wolbachia merupakan salah satu bakteri alami yang terdapat pada hewan serangga sebagai parasit yang berfungsi mampu menghambat virus dengue dan melemahkan virus dengue sehingga tidak dapat ditularkan kepada manusia, hal ini seperti tujuan dari Yayasan Tahija Universitas Monash, Australia dalam menyebarkan Nyamuk Aedes ber-Wolbachia di Dunia.

Namun, yang terjadi bagaimana cara penyebaran Nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia untuk dilingkungan sekitar anda termasuk Indonesia yang baru proses penyebaran di Kota Yogyakarta dan dikomando atas Kerjasama Fakultas Kedokteran UGM dengan Yayasan di Australia. Tidaklah mudah menyebarkan nyamuk Aedes Aegypti yang sudah ber-Wolbachia, tahap-tahap yang harus dilakukan terlebih dahulu harus sesuai dengan standard-standard penilitian.

Tahap pertama proses penilitian terkait dengan Kelayakan dan persiapan yang dilakukan oleh EDP-Yogyakarta yaitu dengan cara berikut ini:
- Pengambilan sampel bakteri Wolbachia yang berparasit pada serangga liar seperti kupu-kupu dan lainnya di daerah Istimewa Yogyakarta
- Pengambilan Nyamuk Aedes Aegypti untuk dikembangkan oleh Nyamuk yang Berwolbachia yang nantinya akan dilepas dialam liar satau tempat wilayah penelitian sehingga berkembang secara genetik.
- Bakteri virus Wolbachia ini diupayakan sanggup menghambat perkembangan virus dengue yang ada pada suatu wilayah penelitian yang dianggap banyak memakan korban terkena penyakit DBD.

Tahapan Kedua adalah melepaskan nyamuk yang sudah terdapat bakteri Wolbachia ke tempat wilayah penelitian.
-Pelepasan Nyamuk Aedes Aegypti yang ber Wolbachia ini tidak serta merta langsung dilepaskan pada tempat peneltian melainkan harus izin terlebih dahulu kepada Kepala Desa dan masyarakat setempat, apakah nantinya akan dilepaskan secara langsung dalam bentuk nyamuk ataukah dilepaskan dalam bentuk telur.
-Pemantauan secara langsung terhadap Nyamuk Ber-Wolbachia selama kurang lebih 20 Minggu yang telah dilakukan di desa yang mengalami dampak dari Nyamuk Aedes Aegyptiyaitu Daerah Sleman terutama di Nogotirto dan Kronggahan, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman. Tahap awal ini tim EDP fakultas UGM melepaskan nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia yang dilakukan pada tanggal 22 januari 2014. Dan tahap penyebaran selanjutnya berada di wilayah Jomblangan dan Singosaren di kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul pada akhir 2014.
- Setelah itu baru tahap Evaluasi setiap minggunya.

Tahap awal penyebaran nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia tentunya akan menimbulkan faktor psikologis pada masyarakat, mengapa demikian, berekor-ekor nyamuk yang diberi inangan bakteri Wolbachia ini diharapkan dapat berkembang secara biologis terhadap nyamuk-nyamuk lokal yang ada sehingga dapat mengurangi dampak penyebaran penyakit DBD, namun akhirnya masyarakat desa menyetujui penelitian tersebut dan menyambutnya secara terbuka, walapun dalam hal ini masyarakat belum tahu keberhasilannya.

Pada Akhirnya, Nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia akan disebarkan pada wilayah skala yang lebih luas.

Memang membutuhkan proses tahunan dari tahap persiapan yang dimulai dari tahun 2011 sampai dengan 2015 dengan keberhasilan di empat desa yang berada di daerah Sleman dan Bantull, diharapkan Nyamuk Aedes Aegpti ber- Wolbachia dapat menyebar di luar daerah Yogyakarta yang akan direncanakan pada tahun 2016 yang akan datang.

Bagaimana Proses Penyebaran Nyamuk Ber-Wolbachia anti DBD?

Proses yang dilakukan oleh tim peneliti dari fakultas kedokteran UGM yaitu dengan melakukan penyuntikan terhadap telur nyamuk Aedes Aegypti, sehingga telur yang akan berubah menjadi larva tersebut akan diinangi oleh bakteri Wolbachia, setelah larva-larva atau sering kita sebut dengan jentik nyamuk tersebut sudah menjadi nyamuk, maka akan dites terlebih dahulu dan diuji coba oleh beberapa orang sampel relawan yang ikut berpartisipasi apakah nyamuk tersebut tidak menyebabkan virus dengue, setelah test berhasil maka tahap selanjutnya adalah menyebarkan ke alam bebas yang diharapkan agar berkembang sendiri membawa bakteri Wolbachia melalui proses perkawinan sehingga anak keturunan mereka juga diinangi oleh Virus Wolbachia.

]Proses Penyebaran Nyamuk Ber-Wolbachia

Proyek  Besar EDP Yogyakarta Untuk Indonesia


Dalam hal ini tim peneliti kampus Universitas Gajah Mada berharap penyakit DBD dapat segera berkurang khususnya di Indonesia dengan melakukan penelitian terhadap suatu wilayah, dengan kontrol dan persiapan yang selektif dan penyebaran yang membutuhkan pengorbanan waktu dan tenaga yang cukup lumayan lama, Maka dari itu saya sebagai salah seorang yang baru mengetahui ada nyamuk yang berbakteri Wolbachia mengharap kepada masyarakat, bahwa nyamuk ini perlu dikembangbiakkan didaerah Desa Terpencil yang notabene masih banyak hutan dan alam liar sehingga kemungkinan besar akan berkembang secara cepat khususnya di Daerah Papua, Kalimantan,Sumatera dan Sulawesi, meskipun tidak seratus persen akan menanggulangi masalah penyakit demam berdarah namun hal ini sangat penting sebagai trobosan dari penelitian untuk menyelamatkan anak bangsa dari demam berdarah.

Sumber Resmi:

Website : http://www.eliminatedengue.or.id

Tim Peneliti : http://www.eliminatedengue.com/yogyakarta/tim-yogya

field_categories: